Home » » Efrinda : Kreatifitas Tanpa Batas

Efrinda : Kreatifitas Tanpa Batas


Efrinda : Kreatifitas Tanpa Batas

Efrinda Neli Nur’Aini. Wanita asal Magetan yang kemudian kini mengikuti Mas Wachid, suaminya di Rembang. Hampir 27 tahun, tapi wajahnya baby face banget. Cantik dengan lesung pipi, lengkap dengan gigi gingsul yang menambah makin manis. Orangnya ceria, mungkin itu ya, yang bikin dia awet muda. Seriously, bahkan kalo dia berbaur dengan anak-anak SMP (kondisi nggak pake make up), akan terlihat sama saja. Btw, ada mirip-miripnya gitu sama Laudya Chintia Bella. Ehm, udah sold ya, nggak usah naksir. Hehe.


Efrinda dan bisnis jasa henna Rembang
Efrinda dan suami
Sumber foto : Dokumentasi pribadi dari yang bersangkutan 

Dari sejak mondok di Mayak, Ponorogo, dia udah sering menyabet juara di bidang kaligrafi. Jaman kuliah, sering berlomba hingga tingkat provinsi DIY, baik kaligrafi cabang khat maupun cabang dekorasi. Dia memang pecinta seni. Eh, alhamdulillah dapat suami yang sama-sama mencintai seni juga.
Efrinda sempat berbisnis di bidang craft waktu kuliah S1. Bikin-bikin bros dari aneka jenis kain, pita, mutsin. Bahkan pernah ikut program entrepreneur yang diadakan Yamaha Project. Selama itu hasilnya ya lumayan. Hanya, mungkin karena keterbatasan waktu akhirnya terpaksa berhenti.
Pendidikan formal terakhir mengambil magister Pendidikan Bahasa Arab (PBA) di UIN Sunan Kalijaga. Saat itu sambil mengajar di sebuah sekolah. Jangan dikira langsung dapat begitu saja. Dia betul-betul merasakan gimana berjuangnya melamar kesana-kemari, sakitnya ditolak sana-sini, hingga akhirnya mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai guru honorer.

Nggak cuma ngajar pelajaran di kelas aja. Di luar jam sekolah ya kadang sambil ngelesin (privat), ngajar kaligrafi, sorenya ngajar TPA. Memanfaatkan waktu dan potensi yang dimiliki, lah.

Lama-lama dia makin kreatif. Dia mulai belajar henna (mehndi). Berhubung pada dasarnya udah akrab dengan dunia seni kaligrafi, ketika menekuni bidang ini pun tidak ada kesulitan yang berarti. Waktu awal-awal ya memang masih terlihat kaku. Hanya perlu pembiasaan biar makin rapi dan cantik.
Ini yang perlu dipelajari dari henna artist pemula. (Sebenarnya berlaku secara umum untuk usaha yang lain juga, sih). Efrinda ini, nggak buru-buru masang tarif. Dia mencoba berbagai motif dengan ‘meminjam’ tangan orang. Semacam, “Yuk, siapa sini yang tangannya mau dihenna, buat ‘media’ aku belajar.” Yang dihenna seneng-seneng aja, donk. Setiap selesai kemudian dikoreksi kurangnya bagaimana, setelah kira-kira layak, barulah dia go public dengan harga yang pantas. 
Kini, di Rembang, dia mengajar di sebuah sekolah swasta. Bisnis henna artist masih terus berjalan, bahkan semakin berkembang. Kadang sampai kewalahan saking banyaknya bookingan, khususnya para calon pengantin. Nggak enak hati mau menolak orderan, tapi ya gimana lagi tangannya cuma dua, hehe. Yang mau lihat karya-karya henna Frinda, silakan meluncur ke akun IG @frindahennaart.


Jasa henna rembang dan sekitarnya
Profil akun IG @frindahennaart

Henna mehndi karya Efrinda
Contoh karya @frindahennaart

Oh ya, dia melayani jasa make up dan kreasi hijab juga, berbekal dulu waktu di Yogyakarta pernah beberapa kali mengikuti beauty class Wardah. Beberapa waktu lalu juga sempat menjuarai lomba tutorial hijab dalam rangka Harlah Fatayat NU Ancab Sumber, Rembang.

Alhamdulillah, nggak ada yang sia-sia ketika kita mau belajar.




0 comments :

Post a Comment