Home » » Zayyin : Wanita Berprinsip dan Pekerja Keras

Zayyin : Wanita Berprinsip dan Pekerja Keras


Zayyin : Wanita Berprinsip dan Pekerja Keras

Zayyinah Shalihah, biasa dipanggil Zayyin. Kalau nama panggilannya dicantumkan sebagai contact person di sebuah poster acara, sering banget keliru disapa “Mas Zayyin” oleh yang mengontaknya, hihi. Gadis manis asal Cirebon ini, sebentar lagi akan menikah. Identitas calon suaminya masih dirahasiakan dengan alasan yang dia yakini benar.

Ya, dia itu tipe wanita yang logis dan berprinsip. Dia selalu punya alasan mengapa melakukan sesuatu, atau tidak melakukannya sama sekali. Jadi dia bukan hanya ‘manut ubyug’ atau ikut-ikutan doank. Dia cerdas, dan ketika menyampaikan sesuatu (misalnya sedang diskusi, rapat, atau sejenisnya) bahasanya sangat mudah diterima. Dia orang yang sangat percaya diri dengan kemampuannya.

Zayyin lulusan S1 Bahasa dan Sastra Arab (BSA) UIN Sunan Kalijaga, pernah menjadi pengurus divisi tafsir UKM JQH al-Mizan pada kampus yang sama. Dia penyuka buku tipe ‘sastra-sastra berat’. Secara umum, dia memang orang yang mencintai ilmu :-)


Zayyin : Wanita Berprinsip dan Pekerja Keras
Zayyinah Shalihah, seorang penulis dan praktisi pendidikan

Baru-baru ini bukunya terbit di Indiva Media Kreasi. Genre anak-anak, judulnya “Belajar Bijaksana, Yuk!” Itu adalah bukunya yang keempat. Produktif, kan? Ketiga buku sebelumnya, merupakan buku teks pelajaran PAI. Jadi, buku ini adalah buku fiksinya yang pertama. Meskipun ‘yang pertama’, (menurutku secara pribadi, namun insyaallah tetap obyektif), kualitasnya tak perlu diragukan. Yakin!


Belajar Bijaksana, Yuk
Belajar Bijaksana, Yuk! Buku Zayyin yang diterbitkan Indiva Media Kreasi, Juni 2018

Zayyin tipe perempuan yang nggak gampang menyerah. Mungkin kadang tiba-tiba kondisi tubuhnya drop (ini dulu ketika kuliah sering terjadi, alhamdulillah sekarang udah enggak), tapi semangatnya tak pudar begitu saja. Ketika sakit, bahkan sampai harus bed rest, semangat untuk sembuh begitu tinggi. Itu juga yang membuat dirinya tak pernah bosan menyemangati adiknya yang qodarullah punya sebuah penyakit yang mengharuskannya berkali-kali masuk rumah sakit. Semoga Allah memberikan kesehatan padanya, aamiin.

Aku sempat benci banget sama seorang dosen. Saat itu masa-masa skripsi, tiba-tiba aku harus masuk rumah sakit karena DB.
Pas baru sembuh, dosen itu bilang, “Sekalipun kamu sekarat, bukan berarti kamu bisa lepas dari tanggung jawab.”
Tega banget kan? Tapi sekarang aku sadar, bahwa, ya memang tanggung jawab itu hal yang sulit. Tidak semua orang mampu bertanggung jawab, bahkan atas dirinya sendiri sekalipun.

Aktifitas sekarang, Zayyin mengajar di sebuah SMP swasta di daerah asalnya. Menuntut ilmu sejauh kemauan dan kemampuan, akhirnya kembali juga ke daerah asal untuk mengamalkannya. Bermanfaat untuk masyarakat sekitar, tempat dia lahir dan dibesarkan. Tahun depan mungkin sudah ikut dengan suaminya.

Nyatanya memang apapun yang terasa memberatkan di awal perjalanan itu, muaranya kebaikan. Sebaliknya, yang meninabobokan kita dalam kenyamanan itu sejatinya adalah keadaan madhorot. Semua kembali pada arti perjuangan. Berjuang itu tidak ada yang mudah.

Di manapun Zayyin berada, semoga senantiasa bercahaya, ya! :-)

0 comments :

Post a Comment