Home » » ‘KESIALAN’ ADALAH AWAL KEBERUNTUNGAN

‘KESIALAN’ ADALAH AWAL KEBERUNTUNGAN


‘KESIALAN’ ADALAH AWAL KEBERUNTUNGAN

Pernah patah hati? Mbak Iffah pernah. Sepatah-patahnya.             
Oh ya, kenalan dulu. Namanya Iffatus Sholehah. Wanita manis asli produk Madura, hehe. Orangnya cerdas, tegas, dan pandai berkomunikasi. Dia berjiwa sosial, udah pasti itu. Ngomong-ngomong, dulu waktu kuliah jurusannya Ilmu Kesejahteraan Sosial. Orang IKS kalo nggak berjiwa sosial ya rugi, wkwk.
Mbak Iffah ini dulu satu kepengurusan sama aku waktu di UKM. Oh ya, kami kuliah di Jogja saat itu. Jadi, ya, dikit-banyak aku tau tentang dia.
Terlahir di keluarga yang religius, sudah sepantasnya Mbak Iffah juga begitu, kan. Rumahnya bahkan satu komplek dengan pesantren. Aku sering pakai panggilan akrab “Say” gitu. Terkesan kurang sopan kali ya, untuk seseorang yang seharusnya aku panggil “Ning". Hehe. Wah, aku kok jadi pingin sowan ke sana nih.
Desember 2013, abahnya berpulang. Saat itu kami kuliah semester 5. Mbak Iffah melalui proses yang cukup rumit untuk menentukan apakah lanjut kuliah atau tidak. MasyaAllah, dia itu selalu kepikiran umminya di rumah, saking cintanya kepada wanita yang telah melahirkannya itu. Akhirnya Mbak Iffah tetap lanjut kuliah dengan segala pertimbangan.

Terkait soal patah hati. Beberapa bulan setelah kejadian tersebut, ada seorang “Gus” yang melamarnya. Bahagia? Tentu saja. Apalagi dia adalah seorang hafidzah yang nggak pernah pacaran. ‘Sial’nya, hanya berselang beberapa hari lamaran itu dibatalkan oleh pihak laki-laki tanpa alasan yang jelas (?) Ini adalah rasa kehilangan, bahkan sebelum sempat memiliki. Hmm...

But life must go on. Berusaha tetap semangat meskipun hari-hari sempat terasa amat suram. #akurapopo.
Mbak Iffah itu orangnya optimis, kok. Dia juga semakin mendekatkan diri pada Allah SWT, karena bagaimanapun, semua terjadi atas kehendak-Nya, dan Dia-lah yang maha membolak-balikkan hati.
Kalau ada wanita yang senang dengan ilmu, Mbak Iffah adalah salah satunya. Dia pun melanjutkan pendidikan S2 di kampus yang sama, UIN Sunan Kalijaga. Pernah jatuh bangun belajar nulis opini dan artikel. Berkat kegigihannya, beberapa kali tulisan dia bisa terbit di media online, bahkan di jurnal nasional juga. Keren!

Dan benar bahwa waktu akan menyembuhkan setiap luka. Di kemudian hari, Allah mempertemukan Mbak Iffah dengan seorang laki-laki yang sangat mencintainya. Berawal dari ta'aruf, Allah mengikat hati mereka. Dia lah yang menjadi suaminya kini. Yang jauh lebih baik, dan lebih pantas untuk wanita sebaik dirinya.

jabal tsur
Mbak Iffah dan suaminya, saat di Jabal Tsur
Sumber foto : Dokumentasi pribadi narasumber

Oh ya, bahkan, awal tahun ini mereka berdua sudah berangkat umrah. MasyaAllah... Kok kalian bikin iri sihh, hihihi. Ke Tanah Suci loh, siapa coba yang nggak pingin. Semoga yang lain bisa segera juga ya... Aamiin yaa Rabbanaa.

Mbak Iffah ingat banget waktu H-30 (sebelum berangkat umrah), suaminya bilang, “Niat baik itu jangan ditunda-tunda...”

Jadi, ‘kesialan’ pada saat itu, ternyata adalah keberuntungan untuk saat ini. Semoga sakinah, mawaddah, wa rahmah selalu... aamiin, aamiin yaa Rabb...
FYI, sekarang ini sedang berlangsung Pembangunan Asrama Takhossus Putri Ma’had “Zainul 'Ibad” Li Tahfidhil Qur'an lantai 1 dan lantai 2. Itu adalah pesantren di kediaman Mbak Iffah. Sama-sama kita doakan ya, semoga pembangunannya lancar, dan berkah untuk semuanya, khususnya mereka yang terlibat langsung dalam pendidikan di pesantren tersebut.










0 comments :

Post a Comment