Home » » Ema : Wanita Dinamis dengan Rasa Sosial yang Tinggi

Ema : Wanita Dinamis dengan Rasa Sosial yang Tinggi


Ema : Wanita Dinamis dengan Rasa Sosial yang Tinggi

Ema Puji Lestari. Sebenarnya aku agak kesulitan mendeskripsikan orang ini, karena dia terlalu menginspirasi, sehingga yang aku ceritakan di sini mungkin masih jauh dari kata cukup untuk mewakili dirinya.
Wanita lulusan S2 Ilmu Perpustakaan (sekarang gelarnya M.A, Master of Art) ini alhamdulillah dianugerahi wajah yang cantik, kulit putih, perawakan tinggi. Dia merupakan seorang anak pengusaha genteng di sebuah desa di Ponorogo. Terlahir sebagai anak sulung dari 3 bersaudara. 

Cantik saja tak cukup, kan? Yes, right! Dia juga cerdas, cara berpikirnya luas. Tipe wanita yang percaya diri dan pandai menempatkan diri.

Ema orangnya supel banget, mudah diterima di semua kalangan, bisa bergaul dengan siapa saja. Dari jelata hingga pejabat, dari yang muda sampai yang tua, dari yang kalem hingga yang lebay, dari yang normal hingga yang difabel. Dia tau cara bersikap dengan baik kepada masing-masing tipe orang yang dihadapinya. And sure, semua orang senang bersamanya.

Ema : Wanita Dinamis dengan Rasa Sosial yang Tinggi
Ema Puji Lestari, M.A 

Ema dari dulu tipe wanita yang nggak bisa diam. Dia selalu sibuk berorganisasi sana-sini. Bahkan dalam waktu yang bersamaan, dia bisa memegang beberapa jabatan penting di beberapa organisasi. Sebut saja misalnya ketika kuliah, di UKM Kopma, OMIP Liberty punya jurusan (inipun dia termasuk salah satu pendirinya), aktif sebagai pendamping mahasiswa/i difabel juga.
Rasa sosial Ema tak perlu diragukan lagi. Dia pernah tinggal dan menjadi pengurus sebuah panti asuhan di daerah Bantul. Pernah menjadi relawan ketika Merapi meletus tahun 2010. Sempat aktif di Yayasan Mata (apa gitu, aku lupa namanya). Yang lain? Masih banyak lagi.
Dia juga orang yang punya rasa simpati dan empati tinggi. Ketika teman butuh bantuan, dia tipe manusia yang ringan tangan. Kupikir kadang dia itu sedikit memaksakan diri. Aku ingat sekali ketika dia lagi nggak enak badan. Ada seorang teman yang minta tolong dijemput di suatu tempat. Kebetulan teman itu memang nggak tau kalo Ema lagi nggak fit. Apa yang Ema lakukan? Dia melalukan hal sebagaimana orang yang sehat wal’afiat.
Sebagai pasangan, dia tipe istri yang menyenangkan, yang selalu mendukung Mas Hari (suaminya). Mereka pasangan yang sama-sama pekerja keras. (Sekaligus sama-sama keras kepala dan perfeksionis sebenarnya, namun mereka dapat menyesuikan dengan baik). Ema selalu setia dengan keadaan Mas Hari. Harus long distance marriage selama beberapa lama, lalu mengikutinya bekerja di Belitung, tak lama kemudian harus pindah ke Pekanbaru. Tak masalah harus berkali-kali beradaptasi dengan lingkungan baru. Alhamdulillah Ema adalah istri yang ikhlas dan senantiasa bersyukur.

pakaian adat pekanbaru
Ema dan suami, ketika baru pindah di Pekanbaru

Book worm? Ya itu dia. Termasuk seorang pegiat literasi juga. Sempat kusebutkan dulu dia adalah salah satu pendiri OMIP Liberty,  yang merupakan organisasi mahasiswa jurusan ilmu perpustakaan, bergerak dalam bidang kepustakawanan. Dia juga aktif sebagai relawan di beberapa TBM (Taman Bacaan Masyarakat) di Yogyakarta. Story telling adalah salah satu kegiatan favoritnya.

Yang membuatnya istimewa, dia selalu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Tak peduli apakah dia hanya sebentar atau lama berada di suatu tempat (misalnya lokasi pengungsian, lokasi survey, lokasi PPL dan KKN). Tak peduli apakah dia hanya sebentar atau lama menghabiskan waktu dengan seseorang (entah keluarga, sahabat, guru/dosen). Dia selalu melakukan yang terbaik.

Sehingga hampir setiap orang yang mengenalnya, selalu mengenang dia dengan baik. Bukan sebagai orang yang ‘sambil lalu’ alias sekadar lewat yang kemudian pergi begitu saja.





0 comments :

Post a Comment