@edwardsuhadi : Tentang Rasa Syukur dan Kebahagiaan
Tulisan ini aku ambil
dari caption sebuah foto di akun IG @edwardsuhadi, suami dari @francyt.
Tau tentang pasangan ini, kan? Mereka yang beberapa waktu lalu sempat viral karena perjuangannya yang dengan
sepenuh hati untuk mendapatkan keturunan. Screenshoot captionnya aku
sertakan di sini. Aku ketik lagi hanya untuk memudahkan waktu membaca, dan
dengan mengetiknya aku semakin ingat dengan kalimat-kalimatnya.
![]() |
| Akun IG @edwardsuhadi |
Aku ngerasa caption
@edwardsuhadi ini bagus banget, jadi aku posting di blog ini untuk self
reminder. Biar nggak lupa untuk selalu bersyukur. Terutama ketika tanpa
terasa aku mulai membandingkan kebahagiaanku dengan orang lain, aku ingat
betul-betul kalimat ini.
![]() |
| Caption inspiratif di akun IG @edwardsuhadi |
Saya belajar
banyak tentang ‘bahagia’ di tahun-tahun terakhir ini. Baik dari membaca, dari
berpikir, dan dari mengaca melihat diri sendiri.
Yang terutama saya
temui, bahwa bahagia itu tidak pernah mengenai keadaan kita, tapi selalu
mengenai cara kita membandingkannya dengan keadaan orang lain.
![]() |
| Belajar rasa syukur dari @edwardsuhadi |
Bersyukur atau
menggerutu, merasa adil atau merasa iri, merasa puas atau merasa gelisah,
selalu ditentukan oleh cara kita membanding-bandingkan. Titik.
Tidak peduli
apakah soal cara bos menyapa, soal mangkok baso sebelah lebih banyak uratnya,
soal slip gaji yang diterima, soal kesenjangan liburan di sosial media, sampai
dengan, ya, punya anak atau nggak punya anak.
Keadaan kita bisa
sangat baik-baik saja, bahagia tanpa peduli apa-apa.
Tapi begitu ada
perbandingan yang lebih baik yang kita lihat, dengar atau baca, dalam seketika,
direnggutnya rasa baik-baik saja tadi.
Oleh karena itu,
belajarlah menguasai hati. Kenali pikiran manusia yang bodoh dan buas ini.
Pahami cara dia bekerja, sehingga kita bukan menjadi korban kedunguannya, namun
jadi penunggang yang bisa mengendalikannya.
Saya pun berusaha
seumur hidup saya menjinakkan pikiran ini. Perbandingan yang lebih baik yang
sering saya temui, mati-matian saya usahakan jadi inspirasi. Energi positif.
Daya juang karena melihat teladan.
Masih sangat
sering gagal.
Kamu tidak
bahagia? Iri, gelisah dan marah?
Sebetulnya bukan
keadaanmu sekarang yang menyebabkannya.
Bukan, bukan sama
sekali. Kamu sebetulnya baik-baik saja.
Tapi cara kamu
membandingkan apa yang kamu punya, dengan apa yang mereka punya, itu
masalahnya.
(@edwardsuhadi, 21 Mei 2018)




0 comments :
Post a Comment