Home » , » Saeli : Pribadi yang Tenang dalam Hal Apapun

Saeli : Pribadi yang Tenang dalam Hal Apapun


Saeli : Pribadi yang Tenang dalam Hal Apapun

Saeli Fudiyah. Biasa dipanggil “Cellut” oleh sahabat-sahabat terdekat (termasuk aku). Perawakannya kecil, makanya kalo lompat dia bisa paling tinggi, hihi. Wajahnya manis, dikit-dikit mirip Pooja Sharma waktu memerankan Drupadi di Mahabharata.
Dia itu pribadinya dewasa, tenang dalam menyikapi sesuatu. Juga orang yang percaya diri. Suaranya bagus, baik ketika bertilawah maupun menyanyi. Kalo kamu pernah mendengar dia membawakan lagu-lagunya Siti Nurhaliza, merinding-merinding gimanya gitu saking merdunya.
Sahabatku ini pernah mondok tahfizhul qur’an di PP. Wahid Hasyim Nologaten. Nggak selesai memang, kalau nggak salah berjalan 2 tahun. Itupun dia sudah berhasil menghafal beberapa juz al-qur’an. Tapi jangan pernah bertanya, “Hafal berapa juz?” Dia nggak akan pernah menjawab. Bagi sebagian hafizh/hafizhah, itu adalah pertanyaan yang ‘pamali’.
Pernah tau rasanya dijodohkan? Saeli tau banget. Dia mengalaminya. Awalnya memang sedikit enggan, jelas lah, sebab ini berkaitan dengan masa depan. Tapi demi orangtuanya ridha, akhirnya dia ikhlas menerima. Tentu dengan mempertimbangkan berbagai hal juga. Lama-lama, cinta tumbuh, bersemi, dan berbunga-bunga. Ehehe. Sekarang bahkan udah punya dua putra yang nggemesin.


Kasih ibu
Saeli bersama putra pertamanya

Saeli orang yang percaya banget sama pertolongan Allah. Contoh kasus aja, dulu, dia pernah mendapatkan tugas tilawah di sebuah acara jurusan kami (ilmu perpustakaan). Dia harus sudah tiba di acara itu dalam 10 menit. Entah karena suatu hal, dia terancam terlambat. Padahal dari pondok pesantren ke kampus membutuhkan waktu 30 menit lebih. Apalagi dia berjalan kaki. (Nggak ada kendaraan umum yang lewat di jalan itu). Kebayang kan, kalo buru-buru? Gimana nggak ngos-ngosan deh?
Bermodal keyakinan saja, sambil terus berjalan. Tanpa disangka, pertolongan Allah datang. Tiba-tiba ada seseorang (naik motor) menghampirinya. Mungkin dia sendiri juga nggak kenal. Saeli ditawari untuk bareng dengannya ke kampus. Alhamdulillah...
Agustus 2014 kami wisuda bareng. Tiga bulan setelahnya, Saeli menikah dengan Mas Irwan. Pilihan orangtuanya (sempat kusebutkan di paragraf sebelumnya), yang atas izin Allah, kemudian mantap menjadi pilihannya juga.



Keluarga bahagia
Saeli bersama suami dan anak keduanya


Oh ya, Mamanya Nabhan dan Hanan ini punya sebuah pesan yang bagus buat bunda-bunda yang masih menunggu buah hati. Sebab, dia pernah merasakannya. Saat itu, butuh 1 tahun untuk ‘mendapatkan’ calon putra pertamanya.


“Buat bunda-bunda yang belum dikasih kepercayaan, tetep semangat ya. Banyakin doa, biasakan hidup sehat, banyak sedekah, banyakin sholat sunahnya dan yakin bakal dikasih. Hehe..., nggakada yang nggak mungkin, karena yang sulit bagi kita sesungguhnya sangatlah mudah bagi-Nya.” (Saeli, 12 Februari 2016)

Mau tahu betapa luar biasanya ibu dua batita ini? Mungkin bisa kita intip dari postingannya berikut.

Dua guru kecil
Guru-guru kecil

0 comments :

Post a Comment